3:3:+ GENDENG-MENDEM DEWENAN, BERDANSA MENGGANGGU SEMESTA

JANCOK Halal dan Haram dalam Islam. JANCOK WARNING

Wednesday, November 28, 2012 1 comments
 
LEBIH BAIK TIDAK BER-UCAP JANCOK, JANCOK WARNING!!!!.
JANCOK Halal dan Haram dalam Islam. lebih luas DefinisiNya tergantung kalimat yang disandarkannya. Itupun kalau keadaan memadahi.
Bisa saja hukumNya:

1. Sunnah:
2. Dzalim:
3. Baghyu:

Yang paling pengting harus tahu keadaan➪JANCOK lebih luas definisiNya. Dengan arti yang berbeda-beda, sesuai dengan konteksnya. Yang lebih takutNya Lagi Mendekati ke: DzalimAn.
Harija - yahraju - harajan,
yang berarti: sempit; dosa; sulit. Menurut al-Asfahani, makna asal dari
al-haraj ialah tempat bertemunya orang-orang, atau barang-barang. Maka,
terbayanglah kesempitan, karena berdesakan. Sesuatu yang sempit dapat
dinamakan dosa, dan dosa dapat dinamakan sempit. Maka makna sempit sangat
erat hubungannya dengan dosa. Orang yang mengalami kesulitan, biasanya akan
terbawa kepada perbuatan dosa, dan orang yang melakukan dosa akan merasa
sempit. Lebih baik lagi gk usah berucap JANCOK. Taruhlah JANCOK pada tempatNya.
“ANA DZOFATU MINAL IMAN”. Semoga Para JANCOK" sadar menaruh sebuah enam huruf.
Cobalah instrospeksi diri dan uraikan secara istilah, anda menurut kapasitas otak nalar anda terima kasih.

Regards Jancok Destiny:
BERDANSA MENGGANGGU SEMESTA

JANCOK WARNING. KONSISTEN JANCOK versus KONSEKUEN

Tuesday, November 27, 2012 3 comments

LEBIH BAIK TIDAK BER-UCAP JANCOK, JANCOK WARNING!!!!.

Kata: anak muda, KONSISTEN: JANCOK vs KONSEKUEN, naik, serba, sopan, tak tahu malu.

malam penuh BERKAH dimana bulan & bintang bersinar terang menyinari CAKRAWALA.

Ketika perjalan pulang tiba2 berhembus angin dari kanan membisikan aku pertanyaan.. Apa Arti KONSISTEN, KONSEKUEN ????

Trus Angin dari kiri bertanya apa arti JANCOK ?????

saudaraku jangan melihat kalimatnya tapi kandungan Makna karna di dalam kalimat ada kata di dalam kata arti di dalam arti ada MAKNA mari kita sama2 mengkaji Arti KONSISTEN, KONSEKUEN vs JANCOK:

Kita mungkin sudah sering mendengar kata konsisten dan konsekuen dan mungkin pula kita sudah tahu maksud atau arti dari kedua kata tersebut. Sekilas kedua kata tersebut menunjukkan arti yang hampir sama TAPI BERBEDA.

Cerita berikut mungkin akan semakin memperjelas arti dari kedua kata tersebut:

Tersebutlah…..ada seorang ayah dengan anaknya yang sedang bepergian jauh dengan menuntun seekor keledai. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang bapak tua. Si bapak tersebut berkata “pak, keledai itu untuk di naiki bukan untuk di tuntun”. Maka keledaipun di naiki oleh si bapak tersebut dan si anak yang menuntunnya. Di tengah perjalanan kembali si bapak dan anaknya bertemu dengan seseorang. Orang itu berkata “Orang tua tak tahu malu, masak orang tua naik keledai sedang anaknya jalan kaki…..harusnya orang tua yang mengalah jalan kaki dan anak yang naik keledai” maka sekarang si anak yang naik keledai dan si ayah yang menuntunnya. Di tengah perjalanan mereka kembali bertemu seseorang “Hei anak muda…sopan santunlah sedikit…biar ayahmu yang naik dan engkau yang menuntunnya”. Merasa serba salah akhirnya mereka naik keledai bersama sama……di tengah perjalanan mereka kembali bertemu seseorang “Hei kalian tak tahu malu…tak tahu perikebinatangan….keledai kecil di naikin berdua…” Karena bingung dan merasa serba salah akhirnya keledai itupun di tinggalkannya di tengah perjalanan.

Jadi kesimpulannya: konsisten adalah teguh dalam pendirian atau tindakan dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain atau lingkungan supaya tidak terombang ambing oleh keadaan di sekitarnya.

Sedangkan cerita berikut mungkin akan sedikit menjelaskan arti dari kata konsekuen.

Alkisah…..ada seorang muallaf atau orang yang baru masuk Islam. Ia tentu harus belajar banyak tentang agama Islam yang baru ia anut. Dan ternyata ia merasa sangat berat mempelajari dan melaksanakannya, ia harus bangun pagi untuk melaksanakan sholat subuh meskipun mata masih mengantuk, harus berpuasa di siang hari di bulan Romadhon meskipun perut terasa lapar dan yang lainnya. Tapi ia tetap melaksanakan apapun yang di perintahkan oleh agama yang baru di anutnya itu meskipun pada awalnya semuanya terasa begitu berat tapi ia tahu dan sadar apapun yang ia pilih tentu semua ada resikonya dan ia harus ambil apapun resikonya itu…..

konsekuen: bersatunya antara perkataan dengan perbuatan dan mau menerima segala apapun resiko yang harus di tanggung akibat pilihan yang telah di buatnya.

kata jancok atau lebih sip lagi juancook adalah kata yang sah tanpa undang2 biasa diucapkan bagi orang berdarah Surabaya dan sekitarnya, Setelah tak teliti di mbah Google tidak ada yg mampu menjelaskan dengan gamblang tentang asal usul dan arti kalimat ini jadi klo boleh ambil kesimpulan: Jancok bisa jadi bahasa sapaan / bahasa seduluran

Contoh: Halo Cok yo’opo kabarmu?

Jancok nandi ae koen gak tau metu ?

Masih banyak lg stock kalimat jancok yg lain gegeeggeg!!

Nah….sekarang kita tahu apa itu konsisten ,konsekuen dan jancok . Pertanyaannya….sudahkan kita bersikap konsisten , konsekuen dalam kehidupan kita sehari hari?

Klo kita timbang2 lagi dari sudut pandang Agama mungkin ke tidak KONSISTEN & KONSEKUEN kita justru lebih berdosa daripada JANCOK.

Apakah kita termasuk golongan orang2 yang di benci ALLAH karena tidak KONSISTEN & KONSEKUEN .

Sekali lagi jangan melihat sesuatu dari kulit dan asal kalimat tapi apa yang terkandung dari kalimat tersebut.

Scared all over again "666" period of ignorance

Friday, November 9, 2012 1 comments
period of ignorance

I'm a devil with mouth full of crap, suddenly, i'm scared all over again.
________6666666666666________ _
______66666_________66666______
____666_6_____________6__666___
___666__666_________666___666__
_666_____6666_____6666____666__
666_______6__66666__66______666
66________66_66666__6________66
66________666____6666________66
66______6666______66666______66
66____66___66_____66___66____66
66_6666666666666666666666666_66
666_________66___6___________66
_666_________6__66_________666_
__666________6666_________666__
____666_______666_______666____
______66666____6_____6666______
_________6666666666666_________
______________666______________
______________666______________
______________666______________
______________666______________
______________666______________
______________666______________
______________666______________
______6_______666_______6______
_____666______666______666_____
____66666666666666666666666____
____66666666666666666666666____
_____666______666______666_____
______6_______666_______6______
_____________66666_____________
____________6666666____________
_____________66666_____________
______________666______________

Sejarah dan Masuknya Islam Ke Indonesia

2 comments
Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifah. Dibawah kepemimpinan para khalifah, agama Islam mulai disebarkan lebih luas lagi. Sampai abad ke-8 saja, pengaruh Islam telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol. Kemudian pada masa dinasti Ummayah, pengaruh Islam mulai berkembang hingga Nusantara.

Sejarah mencatat, kepulauan-kepulauan Nusantara merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Hal tersebut membuat banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia datang ke Nusantara untuk membeli rempah-rempah yang akan dijual kembali ke daerah asal mereka. Termasuk para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat. Selain berdagang, para pedagang muslim tersebut juga berdakwah untuk mengenalkan agama Islam kepada penduduk lokal.

Teori-Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Menurut beberapa sejarawan, agama Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang muslim. Meskipun begitu, belum diketahui secara pasti sejak kapan Islam masuk ke Indonesia karena para ahli masih berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Setidaknya ada tiga teori yang mencoba menjelaskan tentang proses masuknya Islam ke Indonesia yaitu teori Mekkah, teori Gujarat, dan teori Persia.
  1. Teori Gujarat, Teori yang dipelopori oleh Snouck Hurgronje ini menyatakan bahwa agama Islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang dari Kambay (Gujarat), India.

  2. Teori Persia, Teori ini dipelopori oleh P.A Husein Hidayat. Teori Persia ini menyatakan bahwa agama Islam dibawa oleh para pedagang dari Persia (sekarang Iran) karena adanya beberapa kesamaan antara kebudayaan masyarakat Islam Indonesia dengan Persia.

  3. Teori Mekkah, Teori ini adalah teori baru yang muncul untuk menyanggah bahwa Islam baru sampai di Indonesia pada abad ke-13 dan dibawa oleh orang Gujarat. Teori ini mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia langsung dari Mekkah (arab) sebagai pusat agama Islam sejak abad ke-7. Teori ini didasari oleh sebuah berita dari Cina yang menyatakan bahwa pada abad ke-7 sudah terdapat sebuah perkampungan muslim di pantai barat Sumatera.
Sebuah batu nisan berhuruf Arab milik seorang wanita muslim bernama Fatimah Binti Maemun yang ditemukan di Sumatera Utara dan diperkirakan berasal dari abad ke-11 juga menjadi bukti bahwa agama Islam sudah masuk ke Indonesia jauh sebelum abad ke-13.

Proses Masuknya Islam di Indonesia

Proses masuknya islam ke Indonesia dilakukan secara damai dengan cara menyesuaikan diri dengan adat istiadat penduduk lokal yang telah lebih dulu ada. Ajaran-ajaran Islam yang mengajarkan persamaan derajat, tidak membeda-bedakan si miskin dan si kaya, si kuat dan si lemah, rakyat kecil dan penguasa, tidak adanya sistem kasta dan menganggap semua orang sama kedudukannya dihadapan Allah telah membuat agama Islam perlahan-lahan mulai memeluk agama Islam.